Di Prancis, bulan depan akan dimulai sebuah sekolah swasta baru untuk pendidikan pertanian. Semua program pendidikan di kampus Hectar berfokus pada pengusaha pertanian yang ingin bekerja dengan cara yang adil secara sosial dan ramah lingkungan. Sebagai contoh, sekolah ini menekankan pengembangan cepat pertanian regeneratif dan kecerdasan buatan.
Kehadiran program pendidikan pertanian swasta baru ini dipandang dengan kewaspadaan oleh organisasi pertanian Prancis dan masyarakat pedesaan. Pendidikan tinggi swasta di Prancis biasanya hanya tersedia untuk anak-anak dari orang kaya. Selain itu, Prancis sudah memiliki banyak institusi pelatihan eksklusif dan elit yang mempersiapkan kelas masa depan para penguasa, politisi, dan bos.
Pendirinya adalah Audrey Bourolleau, mantan penasihat pertanian kabinet presiden Emmanuel Macron. Proyek ini dibiayai oleh pengusaha dan miliarder Prancis, Xavier Niel. Kampus baru ini berlokasi di sebuah lahan seluas 600 hektar dekat Paris, dengan padang rumput, ladang, lahan percobaan, bangunan sekolah, dan laboratorium.
Dalam kurikulum terdapat beberapa kursus singkat dan intensif serta pelatihan manajemen berdurasi setengah tahun. Pelatihan paling singkat adalah program coaching selama lima minggu untuk menyusun rencana bisnis. Program lain yang berdurasi 400 jam berfokus pada pelatihan ulang menjadi staf pertanian.
Di sebuah negara yang akan menghadapi kekurangan besar petani dalam beberapa tahun ke depan, Bourolleau ingin mendidik generasi baru petani yang menggabungkan teknologi baru dan praktik pertanian tradisional. Karena meningkatnya pengosongan daerah pedesaan Prancis dan kekurangan tenaga kerja, sekolah ini bertujuan menyediakan tenaga kerja yang siap pakai dengan berbagai program pelatihan.
Kekhawatiran terhadap keberadaan sekolah ini juga terkait dengan fakta bahwa hingga saat ini pendidikan pertanian di Prancis hampir sepenuhnya dikelola oleh pemerintah dan organisasi pertanian beserta dana mereka, terutama untuk anak-anak keluarga petani di pedesaan. Selain itu, dikatakan bahwa pelatihan ini terlalu jauh dari praktik pertanian sehari-hari.
Di lingkup pertanian Prancis, ada keraguan terhadap tujuan ideologis di balik sekolah ini. Berdasarkan sebuah artikel di jaringan LAN dari konsul pertanian Belanda pada 2020, finansier Xavier Niel adalah salah satu inisiator referendum tentang kesejahteraan hewan yang didukung oleh berbagai selebriti Prancis. Ia juga berinvestasi dalam pengembangan daging kultivasi.
Di Uni pendidikan teknis pertanian publik Prancis, muncul pertanyaan mengapa pemerintah Prancis memotong anggaran institut pendidikan pertanian negeri yang sudah ada. Dalam tiga tahun ke depan, diperkirakan akan ada pemotongan 300 pekerjaan di sekolah pertanian negeri, yang akan mengakibatkan kelas-kelas yang terlalu penuh.

