Menteri Negara Pertahanan Belanda Barbara Visser (VVD) menyatakan bahwa tahun ini dia akan mengambil keputusan mengenai penggantian kapal selam Belanda. Kemudian dia akan mengumumkan perusahaan mana yang akan diajak bernegosiasi lebih lanjut mengenai kontrak pembuatan empat kapal selam baru.
Untuk pesanan mega senilai 3,5 miliar euro, saat ini ada empat kandidat yang masih bersaing: kombinasi Swedia-Belanda Saab-Damen, kombinasi Prancis-Belanda dari Naval Group dan Koninklijke IHC, ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS) dari Jerman, dan Navantia dari Spanyol.
Rencananya tahun ini jumlah kandidat akan dikurangi dari empat menjadi dua. Saat ini sedang berlangsung kampanye lobi besar-besaran oleh perusahaan-perusahaan tersebut.
Menteri Negara menyatakan pekan ini di AD bahwa terjadi sedikit keterlambatan karena Parlemen sebelumnya tahun ini menyatakan bahwa pemerintah harus lebih dan lebih memperhatikan kepentingan perusahaan Belanda dalam proyek ekonomi dan keuangan besar.
Promotion
Dalam majalah spesialis selama beberapa bulan terakhir dilaporkan bahwa tawaran dari Spanyol dan Jerman bukanlah preferensi utama dari Pimpinan Pertahanan Belanda. Dunia usaha Belanda secara terbuka mendukung agar kontrak tersebut setidaknya diberikan kepada salah satu kombinasi yang bekerja sama dengan galangan kapal Belanda. Dalam kasus ini, Saab dari Swedia dengan Damen Shipyards yang berasal dari Belanda juga termasuk kandidat yang berpeluang kuat.
Pembuat kapal Damen saat ini juga sedang berpeluang mendapatkan beberapa pesanan angkatan laut besar lainnya. Hal ini terkait dengan pembuatan empat fregat; dua untuk angkatan laut Belanda dan dua untuk Belgia.
Minggu lalu Damen kembali mendapat berita negatif, dengan pengungkapan dari NRC mengenai masalah suap di Indonesia. Sebelumnya sudah ada penyelidikan dari Otoritas Pajak Belanda mengenai pembayaran dan orang suruhan. Selain itu, pengambilalihan sebagian galangan kapal (kedua) Rumania di Laut Hitam masih terus membayangi Damen.
Pada pertengahan tahun lalu Damen membeli sebuah galangan kapal Rumania yang merugi besar, dengan harapan bisa mendapatkan pesanan besar dari Rumania. Dengan luas total satu juta meter persegi, galangan tersebut langsung menjadi yang terbesar dari 35 galangan kapal milik perusahaan keluarga Belanda itu. Namun pesanan tersebut dibatalkan setelah dugaan suap kepada militer dan politisi Rumania.
"Kami akan menghadapi masa sulit mengingat posisi galangan kapal saat ini," ujar kepala keuangan Eggink saat itu mengenai masalah di galangan kapal Rumania Mangalia. Kepala keuangan ini telah meninggalkan perusahaan tahun ini akibat terungkapnya skema penghindaran pajak di Indonesia tersebut.

