IEDE NEWS

Komisi Eropa Lebih Memenuhi Tuntutan terhadap Undang-Undang Pemulihan Alam

Iede de VriesIede de Vries
Komisi Eropa bersedia melemahkan undang-undang pemulihan alam lebih lanjut dan memenuhi keberatan serta keraguan dari berbagai negara UE. Sebelumnya, Presiden UE Swedia telah melaporkan bahwa di balik layar sedang dikerjakan pelonggaran aturan.

Komisi Eropa telah memberitahukan kepada spesialis fraksi di Parlemen Eropa dan 27 Menteri Lingkungan bahwa usulan pembasahan di wilayah lahan gambut basah dapat diperluas ke area yang lebih besar. Selain itu, sepuluh persen lahan pertanian untuk 'elemen lanskap' tidak bersifat mengikat, melainkan merupakan 'angka target' yang berbeda untuk setiap negara.

Penjelasan baru ini dimuat dalam dokumen yang disebut non-paper; catatan non-publik yang tidak dikirim oleh satu Komisaris saja, melainkan oleh seluruh Komisi. Biasanya, Komisi hanya dapat mengajukan proposal, yang kemudian dapat disesuaikan, disetujui, atau ditolak oleh 27 pemerintahan UE dan Parlemen Eropa. Namun, dalam pembahasan yang sulit, Komisi terkadang mengajukan kompromi di tengah proses.

Dalam dokumen tersebut juga disebutkan bahwa petani harus dibayar dengan layak atas kegiatan lanskap dan ekologi mereka di pedesaan Eropa.

Juga ditegaskan bahwa undang-undang pemulihan alam 'tidak mengunci tanah' (sebagaimana dikatakan banyak kritikus), melainkan 'proyek yang terutama untuk kepentingan publik' (perumahan baru, pembangunan jalan, dll.) tetap dapat dilanjutkan, bahkan jika hal itu menyebabkan kerusakan tak terhindarkan pada kawasan alam. Syaratnya adalah tidak ada alternatif lain yang memungkinkan.

Selain itu, kewajiban usaha tanpa hasil yang diminta oleh Belanda nantinya juga akan dimungkinkan secara hukum.

Dengan langkah-langkah ini, Komisi Eropa mencoba meyakinkan anggota lingkungan envi di Parlemen Eropa yang ragu-ragu. Komisi tersebut akan mengadakan pertemuan final pada hari Kamis di Strasbourg terkait undang-undang pemulihan alam, setelah sebelumnya Komisi Pertanian sudah menolaknya. Partai Kristen Demokrat (EVP/CDA) menolak proposal itu dan sepenuhnya menarik diri dari negosiasi. Partai Konservatif (ECR/SGP) dan Identitarian (PVV/FvD) juga menyatakan akan memberikan suara menolak.

Menurut laporan, pelonggaran yang kini dijanjikan oleh Brussel belum cukup untuk EVP/CDA, sehingga mereka tetap pada penolakan awal. Karena itu, suara dari kelompok liberal (Renew, VVD, D66) di Komisi Lingkungan akan menjadi penentu. Jika komisi tersebut menolak proposal itu, maka usulan alam dari Komisaris Sinkevicius, Timmermans, dan Kyriakides tetap akan gagal.

Menteri Lingkungan dari 27 negara UE akan menggelar pertemuan final mengenai proposal tersebut seminggu kemudian (pada 20 Juni). Menteri Van der Wal sebelumnya mengatakan bahwa dia tidak akan memberikan suara menolak proposal itu. 'Saya sepenuh hati mendukung ambisi Komisi untuk pemulihan alam. Selama beberapa tahun terakhir, dari sisi ekonomi kita telah terlalu banyak menuntut dari alam kita.'

'Kita membutuhkan alam tambahan. Alam itu harus dikelola dan dipelihara. Saya sangat membutuhkan para petani untuk itu. Bahkan tanpa petani, kita tidak akan berhasil,' katanya baru-baru ini kepada FD. Kementeriannya belum memberikan respons publik terkait non-paper dengan penjelasan baru mengenai undang-undang pemulihan alam tersebut.

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait