IEDE NEWS

Parlemen Eropa Menyetujui Pertukaran Data Pasien Eropa

Iede de VriesIede de Vries
Parlemen Eropa dengan mayoritas besar (516 suara setuju, 95 menolak, dan 20 abstain) menyetujui pembentukan kantor pertukaran data pasien Eropa. Ruang Data Kesehatan Eropa baru ini memungkinkan pertukaran data antara dokter, rumah sakit, dan apotek di seluruh Uni Eropa, namun penduduk harus memberikan persetujuan terlebih dahulu.

Karena awal bulan ini para menteri Kesehatan telah menyetujui proposal Komisioner UE Didier Reynders setelah bulan-bulan persiapan administrasi dan negosiasi, penetapan final diharapkan pada awal tahun depan dan implementasi mulai tahun 2025. 

Belanda juga menyetujui karena menurut Menteri Demisioner Ernst Kuipers, persyaratan Belanda sudah cukup terakomodasi dalam proposal akhir tersebut. Sebagai contoh, negara-negara UE yang sudah memiliki sistem pertukaran berkas pasien (elektronik) dapat melanjutkannya. 

Negara-negara UE juga diberikan opsi untuk memberi pilihan kepada penduduknya apakah data medis boleh dipertukarkan antarnegara UE (opt-out). Untuk pertukaran data untuk penelitian DNA ilmiah bahkan memungkinkan pengaturan opt-in. Data ini tidak dibagikan secara standar.

Untuk mempercepat implementasi di Belanda, program HDAB-NL telah dimulai bulan ini. Program ini bertugas mengembangkan fungsionalitas teknis untuk sistem Eropa baru. Otoritas Perlindungan Data Pribadi juga akan terlibat guna mengawasi aspek privasi.

Organisasi pasien di beberapa negara UE dan politisi UE menyuarakan kekhawatiran terhadap dampak privasi. Anggota Parlemen Eropa asal Belanda, Bert-Jan Ruissen (SGP) menyebut proposal tersebut sebagai "langkah menuju Uni Kesehatan Eropa. Dengan pengumpulan data pasien pada tingkat UE, kita menuju satu sistem asuransi. Dimana Brussel nantinya mengatur perawatan apa yang masih akan diganti".

Anggota Parlemen Eropa Anja Haga sangat prihatin tentang kerahasiaan data medis jutaan pasien dalam Uni Eropa: “Tujuannya bukan agar perusahaan komersial mendapatkan akses ke data pasien tanpa persetujuan eksplisit dari pasien.” Haga ingin data medis hanya bisa dibagikan jika pasien memberikan izin eksplisit sebelumnya.

Menurut Haga, sangat berbahaya bila perusahaan farmasi besar bisa memanfaatkan sistem ini: “Risiko kebocoran data selalu ada dan tidak sebanding dengan potensi manfaat bagi pasien.” Partai ChristenUnie beberapa tahun lalu sangat kritis terhadap penerapan rekam medis elektronik di Belanda karena lama tidak jelas siapa saja yang dapat mengakses data tersebut.

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait