IEDE NEWS

Penghargaan Sacharov Eropa untuk Disiden Uighur Ilham Tohti

Iede de VriesIede de Vries
Nominee Penghargaan Sakharov 2019 Ilham Tohti

Parlemen Eropa tahun ini memberikan Penghargaan Sacharov untuk hak asasi manusia kepada intelektual dan disiden Uighur Ilham Tohti, yang di China dihukum penjara seumur hidup atas tuduhan “separatisme”.

Mantan profesor ekonomi di sebuah universitas di Beijing ini dihukum oleh pengadilan China pada tahun 2014 dalam sebuah proses yang saat itu sudah memicu protes dari pemerintah luar negeri dan organisasi hak asasi manusia.

Ketua Parlemen Eropa, David Sassoli, mendesak China saat pengumuman tersebut untuk segera membebaskan Ilham Tohti. Pemberian penghargaan hak asasi manusia Eropa yang bergengsi ini hampir dipastikan akan menimbulkan ketegangan diplomatik dengan Beijing.

Meski ia memberikan suara untuk pengendalian diri dan rekonsiliasi, ia dijatuhi hukuman seumur hidup setelah proses pengadilan yang dinilai sebagai sandiwara, ujar Sassoli dalam sidang pleno Parlemen Eropa di Strasbourg.

Tohti pada September lalu meraih salah satu penghargaan hak asasi manusia Eropa lainnya, Penghargaan Vaclav Havel, karena dianggap “memberikan suara kepada seluruh rakyat Uighur”.

Tohti telah lebih dari dua puluh tahun memperjuangkan nasib minoritas Uighur serta mendorong dialog dan pengertian antar etnis di China, kata Dewan Eropa setelah penunjukan Tohti untuk Penghargaan Vaclav Havel.

China memutuskan hubungan dengan Dewan Eropa setelah Tohti dinominasikan pada Agustus lalu untuk Penghargaan Vaclav Havel.
Kementerian Luar Negeri China menyebut Tohti sebagai “separatis yang mendukung terorisme ekstrem”.

Ia juga telah dinominasikan oleh politisi Amerika Serikat untuk Hadiah Nobel Perdamaian, di tengah meningkatnya perhatian internasional atas perlakuan China terhadap orang-orang Uighur.

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait