IEDE NEWS

Pemimpin pemberontak dan mantan presiden Kosovo di pengadilan

Iede de VriesIede de Vries
Hashim Thaçi, mantan presiden Kosovo, sedang diadili atas kejahatan perang. Sementara proses pengadilannya di Den Haag hampir selesai, dukungan masyarakat terhadapnya semakin meningkat. Ia menghadapi tuntutan hukuman penjara selama 45 tahun.
Pemimpin pemberontak Thaçi di pengadilan: dituduh kejahatan perang dari Perang Kosovo.

Hashim Thaçi dituduh melakukan kejahatan perang yang diduga terjadi selama Perang Kosovo pada akhir tahun sembilan puluhan. Proses pengadilan terhadapnya kini memasuki tahap akhir di Den Haag. Thaçi, yang pernah menjadi presiden Kosovo selama bertahun-tahun, selama ini selalu menegaskan ketidakbersalahannya.

Dalam perang kemerdekaan, Thaçi dan tiga mantan komandan diduga membunuh lebih dari seratus lawan politik dan kolaborator yang diduga. Selain itu, jaksa menilai mereka memiliki bukti kuat bahwa ratusan orang disiksa dan dianiaya di kamp tahanan di bawah komando UÇK.

Dukungan Massa

Minggu ini, di ibu kota Kosovo, Pristina, diadakan demonstrasi besar-besaran mendukung Thaçi dan pemimpin UÇK lainnya. Lebih dari 25.000 orang berkumpul untuk menunjukkan solidaritas mereka. Kerumunan membawa spanduk dan bendera, serta meneriakkan slogan mendukung pembebasan Thaçi.

Dalam demonstrasi tersebut, beberapa politisi Kosovo berpidato tentang ketidakadilan dalam proses pengadilan. Skender Racica, mantan penasihat para pemimpin UÇK, menyatakan bahwa adalah tidak adil mereka yang telah membebaskan Kosovo dari penindasan kini malah didakwa.

Bajram Begaj, presiden Albania yang merupakan negara tetangga, juga memuji tindakan para pemimpin UÇK dalam pidatonya memperingati ulang tahun kemerdekaan Kosovo yang ke-18. Ia menganggap tuduhan tersebut sebagai "pengaturan" dan penghinaan bagi seluruh orang Albania.

Menunggu Hasil

Dukungan terhadap Thaçi telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, terutama di kalangan komunitas Albania. Banyak orang menganggapnya sebagai pahlawan yang berjuang demi kemerdekaan mereka. Ironisnya, ia kini berada dalam posisi yang sama dengan mantan pemimpin Serbia yang sebelumnya dianggap bertanggung jawab atas kejahatan perang.

Proses pengadilan Thaçi, yang telah berjalan selama bertahun-tahun, mewarnai perayaan kemerdekaan Kosovo dengan bayangan. Kisah perjuangan dan pengorbanan kini dipandang dari sudut pandang yang berbeda seiring terungkapnya tuduhan kejahatan perang.

Dengan berakhirnya proses pengadilan yang sudah di depan mata, masa depan Thaçi dan dampaknya bagi masyarakat Kosovo tetap tidak jelas. Hasilnya dapat memberikan pengaruh besar terhadap persepsi publik tentang UÇK dan kemerdekaan Kosovo.

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait