IEDE NEWS

Ahli Hukum Mendekatkan Kamp Penampungan Pengungsi di Luar Uni Eropa

Iede de VriesIede de Vries
Sebuah nasihat penting kepada para hakim Eropa tampaknya membuka jalan hukum bagi pendirian kamp penampungan dan pusat penahanan bagi pencari suaka yang ditolak dan dideportasi. Menurut nasihat tersebut, negara-negara Uni Eropa boleh mendirikan kamp-kamp semacam itu di negara-negara di luar wilayah Uni Eropa.
Pendekatan migrasi yang lebih ketat: kamp penampungan bagi pencari suaka di luar Uni Eropa semakin mendekat.

Praktik dalam yurisprudensi Eropa menunjukkan bahwa nasihat dari penasihat tertinggi hampir selalu diikuti. Dalam kasus ini, pakta migrasi baru itu kemungkinan akan mulai berlaku akhir tahun ini. Pendekatan yang lebih ketat ini kontroversial karena berupaya menahan pencari suaka di luar wilayah Eropa selama proses pengajuan permohonan mereka.

Seorang penasihat penting pengadilan menyatakan bahwa negara-negara Uni Eropa boleh mendirikan pusat penahanan dan penampungan di negara-negara di luar Uni Eropa. Syaratnya adalah hak-hak migran harus dihormati sepenuhnya. Hak dasar tersebut meliputi akses ke bantuan hukum, dukungan dalam bahasa asli mereka, dan perlindungan bagi kelompok rentan seperti anak-anak di bawah umur.

Termasuk Anak-anak

Selain itu, pencari suaka yang ditolak dapat dipindahkan dari negara-negara Uni Eropa ke kamp-kamp semacam itu, bahkan jika ada anak-anak kecil yang terlibat. Perdana Menteri Italia Meloni tahun lalu telah mulai menggunakan beberapa kamp seperti itu di Albania, namun harus menghentikannya atas perintah pengadilan Italia.

Promotion

Di dalam Uni Eropa, pemerintah negara-negara anggota hampir sependapat, dan di Parlemen Eropa mayoritas juga mendukung. Dalam beberapa bulan ke depan, para negosiator dari pemerintahan Uni Eropa dan Parlemen harus menyepakati posisi bersama. Keputusan akhir tetap ada pada masing-masing negara anggota apakah mereka akan memindahkan pencari suaka yang ditolak ke kamp-kamp tersebut.

Rencana ini sudah lama mendapat kritik. Para pengkritik memperingatkan bahwa penempatan migran di luar Uni Eropa dapat mengurangi hak-hak mereka. Organisasi hak asasi manusia menyebut ada risiko bagi proses yang adil dan akses ke perlindungan. Namun di sisi lain, pendukung berargumen bahwa pendekatan ini diperlukan untuk mengendalikan arus migrasi secara lebih baik.

Kepulangan

Pusat-pusat di Albania awalnya dimaksudkan untuk menampung pencari suaka dari negara-negara yang dianggap aman dan yang tidak akan mendapatkan akses ke Uni Eropa. Kini, Italia ingin menggunakannya juga untuk pencari suaka yang permohonannya telah ditolak. Fokusnya pun semakin banyak diarahkan pada kepulangan dan deportasi.

Diskusi ini tidak hanya terjadi di Italia. Dalam Uni Eropa, sedang dibuat aturan baru yang memungkinkan pendirian pusat-pusat kepulangan di luar Uni Eropa. Beberapa negara anggota Uni Eropa mendukung kebijakan ini dan ingin menuntaskan pakta migrasi baru di tahun ini juga.

Keputusan di Tangan Masing-masing Negara

Namun hasil akhirnya masih belum pasti. Keputusan akhir tetap ada di tangan negara-negara UE sendiri apakah mereka akan memaksa pencari suaka yang ditolak untuk keluar dari negara mereka, dan menempatkan mereka di ‘pusat penampungan’ seperti di Albania atau Afrika Utara. Dengan begitu, bab baru dalam kebijakan migrasi Eropa tampak semakin dekat, tetapi perdebatan mengenai konsekuensinya masih jauh dari selesai.

Promotion

Tag:
Asiel

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait

Promotion