IEDE NEWS

Belanda di Tele-top UE Melawan Dana Kerusakan Baru Corona

Iede de VriesIede de Vries
Foto oleh CDC di Unsplash — Foto: Unsplash

Para kepala negara dan pemimpin pemerintahan Uni Eropa berkumpul untuk ketiga kalinya dalam dua minggu untuk membahas krisis corona. Lagi-lagi pertemuan dilakukan melalui sambungan video. Para kepala negara membahas bagaimana mereka harus menangani dampak ekonomi dari wabah ini agar tidak mengalami kebangkrutan finansial.

Masih ada perbedaan pendapat mengenai subsidi tambahan dari Eropa, seperti yang terlihat pada rapat para menteri Keuangan Rabu lalu. Sembilan negara menyerukan pembentukan ‘instrumen utang’ Eropa, tetapi negara UE lain lebih berhati-hati. Belanda bahkan secara terbuka menolak penggabungan utang negara-negara UE. Ini bisa berupa obligasi euro, atau dalam konteks ini disebut juga ‘coronabonds’.

Mungkin para kepala negara akan meminta para menteri Keuangan negara-negara euro untuk membuka kredit melalui dana darurat ESM untuk investasi terkait corona. Negara-negara euro merupakan pemegang saham ESM tersebut. Pemerintah Italia ingin menggunakan dana ESM melawan krisis corona tanpa syarat biasa. Jika negara menerima bantuan dari dana darurat ini, saat ini masih ada persyaratan agar mereka melakukan reformasi. Italia adalah salah satu negara yang paling parah terdampak pandemi corona di dunia.

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte sebelumnya telah mengimbau agar ESM digunakan. Saat ini dana tersebut dapat meminjamkan hingga 410 miliar euro. ESM juga dapat membuat program yang memberi Bank Sentral Eropa kemampuan untuk membeli obligasi negara-negara euro tanpa batas. Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Negara-negara anggota masih terbagi pendapat tentang penggunaan ESM. Menteri Keuangan Belanda Wopke Hoekstra sebelumnya menyatakan dana darurat tersebut baru harus digunakan jika semua langkah dukungan ekonomi lain terhadap krisis corona gagal.

Namun tekanan pada Belanda meningkat, karena sembilan negara yang dipimpin Presiden Prancis Macron dan Conte Italia mendukung pengenalan ‘instrumen utang’ baru yang memungkinkan semua 27 negara anggota secara bersama-sama menggalang dana. Dalam hal ini uang tidak berasal dari dana ESM negara-negara euro, melainkan dari obligasi negara oleh semua 27 negara UE. Menurut Macron, ini akan sangat baik untuk membiayai paket kebijakan mengatasi dampak ekonomi virus.

Macron menyampaikan ajakan ini dalam surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden UE Charles Michel. Surat tersebut juga ditandatangani oleh para pemimpin Italia, Belgia, Yunani, Irlandia, Luksemburg, Slovenia, Spanyol, dan Portugal. Hal ini sebenarnya bukan hal baru, karena pada krisis sebelumnya Prancis juga sangat mendukung obligasi Eropa, karena cara itu membuat pinjaman kurang berisiko. Pasalnya, negara-negara kaya, termasuk Jerman dan Belanda, memberikan jaminan.

Sama seperti sebelumnya, Belanda dan Jerman tidak antusias. Grup euro diperkirakan tidak akan mencapai kesepakatan dan akan meneruskan diskusi kepada para kepala pemerintahan yang akan mengadakan konferensi video Kamis malam. Pada kesempatan tersebut, Perdana Menteri Rutte juga tidak akan semangat. "Negara-negara yang tidak melakukan reformasi adalah negara yang kini paling keras meminta bentuk reformasi eksotik dan itu tidak akan kami lakukan," demikian bunyi pernyataan dari kalangan kabinet Belanda.

Dengan demikian, Perdana Menteri Mark Rutte terancam akan kembali dicap sebagai ‘irit dan pelit’ dalam UE Kamis malam, setelah sebelumnya menentang sedikit peningkatan anggaran jangka panjang UE di Brussel. Sikap penolakan ini juga menimbulkan ketidakpastian apakah negara UE lain bersedia memenuhi permintaan Belanda untuk dukungan finansial lebih besar bagi sebagian besar sektor pertanian dan perkebunan Belanda.

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait