Sekitar sepertiga dari semua jenis pohon di dunia terancam punah, terutama di negara-negara Afrika. Pemanasan global, penebangan kayu, dan pembukaan lahan untuk perluasan pertanian merupakan ancaman terbesar bagi sekitar 60.000 jenis pohon tersebut.
Di negara-negara Eropa juga puluhan jenis pohon terancam punah secara permanen, menurut laporan internasional terbaru. Sebanyak 58 persen dari jenis pohon liar di sana terancam punah. Di Belanda, situasinya tidak mengkhawatirkan: dari 44 jenis yang diteliti, tidak ada yang terancam.
Secara global, ini berarti jumlah jenis pohon yang terancam dua kali lipat dari semua jenis hewan yang terancam punah digabungkan.
Laporan ini disusun oleh Botanic Gardens Conservation International (BGCI) dan menggabungkan hasil penelitian selama 5 tahun. Lebih dari 60 institusi, termasuk kebun botani, lembaga kehutanan, dan universitas, serta lebih dari 500 ahli terlibat dalam penelitian ini.
Brasil, yang menjadi rumah bagi sebagian besar hutan hujan Amazon yang semakin terancam oleh perluasan pertanian masif dan penebangan kayu, memiliki jumlah jenis pohon terbanyak (8.847) serta jumlah pohon terancam terbesar (1.788).
Namun persentase jenis pohon yang paling tinggi terancam ditemukan di Afrika tropis, terutama di pulau-pulau seperti Madagaskar dan Mauritius, dimana masing-masing 59 persen dan 57 persen jenis pohon terancam punah.
Uni Eropa sebelumnya tahun ini telah mengajukan rencana penanaman hutan baru dan penanaman jutaan pohon. Rencana hutan ini merupakan bagian penting dari Green Deal yang dipimpin oleh Komisaris EU Frans Timmerman (Iklim), Janusz Wojciechowski (Pertanian), dan Stella Kyriakides (Keamanan Pangan).
Penanaman hutan ini terutama bertujuan untuk menjaga keanekaragaman hayati dan ‘membersihkan’ polusi udara.
Komisaris EU Wojciechowski mengatakan kemarin sore saat membahas rencana penanaman hutan tersebut di komisi pertanian AGRI bahwa "hutan adalah paru-paru bumi kita: mereka sangat penting bagi iklim kita, keanekaragaman hayati, tanah, dan kualitas udara".

