IEDE NEWS

Denda Besar Eropa untuk Toko Online China karena Mainan Tidak Aman

Iede de VriesIede de Vries
Uni Eropa telah mengenakan denda lebih dari 200 juta euro kepada toko online China TEMU atas penjualan produk 'ilegal'. EU menilai produk tersebut harus memenuhi kriteria Eropa terkait keamanan produk serta bahan dan bahan baku yang digunakan.
EU mengenakan denda besar kepada Temu karena mainan tidak aman di platformnya. — Foto: EU

Menurut Komisi Eropa, perusahaan tersebut tidak cukup berupaya untuk mencegah produk berbahaya dan ilegal sampai ke tangan konsumen melalui platformnya. Aturan EU mewajibkan perusahaan untuk terlebih dahulu mengidentifikasi risiko bagi konsumen dan mengambil tindakan guna mencegah masalah.

Menurut Komisi, Temu tidak meneliti risiko produk yang ditawarkan lewat platformnya secara cermat. Akibatnya, konsumen bisa terpapar produk yang tidak memenuhi standar keamanan.

Pada penyelidikan, dilakukan pembelian pengawasan. Produk dibeli melalui platform lalu diperiksa untuk mengetahui potensi masalah keamanan.

Promotion

Mainan Tidak Aman

Dari pemeriksaan tersebut ditemukan beberapa charger yang tidak memenuhi persyaratan dasar keamanan listrik. Selain itu, ditemukan masalah keamanan pada mainan yang dijual lewat platform.

Sebagian mainan yang diperiksa mengandung zat kimia melebihi batas hukum yang diizinkan. Selain itu, beberapa produk memiliki bagian kecil yang lepas yang bisa menimbulkan risiko tersedak.

Komisi Eropa menyimpulkan bahwa Temu kurang memiliki gambaran atas risiko tersebut dan tidak cukup berupaya melindungi konsumen. Hal ini menjadi alasan utama pemberian sanksi.

Rencana Perbaikan

Selain denda, Temu harus menyusun rencana untuk menangani kekurangan yang ditemukan. Komisi akan mengevaluasi apakah langkah yang diajukan sudah cukup untuk mengatasi masalah. Temu menyatakan tidak setuju dengan keputusan ini. Perusahaan menilai dendanya berlebihan dan tengah memeriksa langkah-langkah selanjutnya.

Denda ini merupakan salah satu yang terbesar yang pernah dijatuhkan EU berdasarkan Undang-Undang Internet DSA Eropa. Sebelumnya, EU memang pernah mengancam denda besar terhadap perusahaan teknologi Amerika dan platform media sosial mereka (seperti Twitter dan Facebook), namun mereka kemudian mengubah algoritma dan kebijakan penggunaannya.

Promotion

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait

Promotion