Menteri Kebijakan Pertanian dan Pangan Taras Vysotsky telah meminta perusahaan pertanian dan pangan untuk menyerahkan data serta perhitungan untuk negosiasi. Pada saat yang sama, menurutnya para eksportir Ukraina harus memanfaatkan semua peluang yang ada dan keuntungan tarif yang tersedia sebanyak mungkin.
Dalam diskusi dengan sektor terkait, juga dibahas transportasi kereta api dan pelabuhan serta kemungkinan ekspor yang tersedia. Ukraina juga meninjau peluang baru yang muncul dari perjanjian perdagangan dengan Britania Raya, Swiss, dan Norwegia.
Blokade Pelabuhan
Keinginan Ukraina untuk memperluas akses ke pasar luar negeri datang di saat sulit bagi ekspor pertanian. Ekspor melalui Laut Hitam terganggu parah akibat serangan Rusia pada pelabuhan, kapal, dan infrastruktur. Pada bulan Agustus tidak ada kapal yang memasuki pelabuhan di Odesa.
Promotion
Pada dua belas hari pertama Agustus, Ukraina mengekspor sekitar 590.000 ton produk pertanian. Menurut Menteri Vysotsky, jumlah tersebut hanya sekitar 30 persen dari kebutuhan. Jika pelabuhan tetap diblokade, jalur alternatif menurutnya maksimal dapat menangani sekitar separuh potensi ekspor normal.
Barang Terhambat
Akibatnya sekitar 30 juta ton produk pertanian Ukraina terancam tidak masuk ke pasar internasional. Saat ini sekitar 45 persen ekspor melalui jalur kereta api dan sekitar 45 persen melalui Sungai Donau. Sisanya 10 persen diangkut lewat jalan darat. Jalur alternatif ini juga memiliki keterbatasan.
Menurut Vysotsky, Donau pada akhirnya dapat memproses sekitar 1,5 juta ton per bulan. Namun, untuk itu tinggi permukaan air saat ini harus naik. Selain itu, rute ini juga rentan: Rusia minggu lalu menyerang Izmail di Donau. Oleh karena itu Ukraina meminta mitra internasional untuk memberikan kompensasi sebagian atas biaya transportasi tambahan.
Tidak Ada Gencatan Senjata
Sementara itu Kiev berupaya mengurangi serangan di sekitar Laut Hitam. Ukraina melalui pihak ketiga telah mengusulkan ke Moskow untuk saling menghentikan serangan terhadap kapal sipil dan fasilitas. Rusia menolak gencatan senjata dan juga menentang usulan Turki untuk moratorium operasi militer di wilayah tersebut.
Serangan Rusia yang terus berlanjut meningkatkan risiko bagi kapal dan menyebabkan kenaikan biaya transportasi serta asuransi. Hal ini juga berdampak pada perdagangan gandum. Masalah di sekitar Laut Hitam membuat jalur alternatif menjadi semakin penting, sementara rute-rute tersebut tidak memiliki kapasitas memadai untuk sepenuhnya menggantikan pelabuhan laut besar Ukraina. Akibatnya, sebagian hasil panen terancam tidak tersalurkan.

