IEDE NEWS

Terutama Petani dan Nelayan Eropa Menanggung Kerugian Akibat Bea Cukai Brexit

Iede de VriesIede de Vries
Foto oleh Lawrence Hookham di Unsplash — Foto: Unsplash

Kepergian warga Inggris dari Uni Eropa terutama merugikan sektor pertanian Belanda, industri makanan dan minuman, perdagangan, dan transportasi. Jika Uni Eropa harus memberikan konsesi kepada Inggris, hal ini juga kemungkinan akan berdampak pada perikanan Eropa di perairan Inggris.

Terutama bagi kawasan Randstad, banyak yang dipertaruhkan dalam negosiasi perjanjian perdagangan antara Inggris dan Uni Eropa. Planbureau voor de Leefomgeving (PBL) telah meneliti sektor bisnis mana yang akan paling terdampak jika tahun depan tarif dikenakan kembali pada impor dan ekspor. Penelitian ini dilakukan bersama para ekonom dari universitas di Rotterdam, Birmingham, dan Sheffield.

Menurut PBL, khususnya London di Inggris sangat bergantung pada kesepakatan yang baik, sementara di Eropa kepentingannya berlawanan dan tersebar. Juga bagi negara-negara seperti Prancis dan Swedia, detail kesepakatan sangat penting untuk posisi daya saing mereka, namun efek positif dan negatif dari Brexit sebagian besar saling menetralkan.

Kepentingan rata-rata lebih kecil di Uni Eropa secara keseluruhan dan di Inggris dibandingkan di Belanda. Bagi sektor bisnis yang khususnya mengekspor ke Inggris, tarif yang harus dinegosiasikan memiliki pengaruh besar. Sektor tersebut adalah pertanian, industri makanan, perdagangan, dan transportasi. Belanda, terutama kawasan Randstad, oleh karenanya memiliki potensi kerugian terbesar jika perjanjian Brexit buruk, demikian kata para ekonom dan peneliti.

Brexit tanpa kesepakatan (no-deal) diperkirakan akan merugikan seluruh zona euro sebesar 33 miliar euro. Dalam zona euro, hanya Jerman yang terdampak lebih parah dibandingkan Belanda. Bagi Inggris, Brexit tanpa perjanjian memiliki dampak yang lebih besar lagi dengan penyusutan 5 persen dari produk domestik bruto dan kerugian 15 persen dari nilai ekspor.

Negosiator utama Uni Eropa Michel Barnier kembali berada di ibu kota Inggris sejak Kamis. Kedua pihak masih memiliki beberapa minggu untuk memaksa tercapainya terobosan. Jika tidak, tarif bea cukai untuk perdagangan lintas Selat Inggris akan diberlakukan mulai Januari mendatang.

Menurut laporan, Prancis bersedia membatasi sektor perikanan. Negara ini ingin memberikan dorongan pada negosiasi dengan langkah tersebut. Prancis memiliki 20.000 nelayan ditambah 10.000 pekerjaan lain di sektor perikanan. Rata-rata antara tahun 2011 hingga 2015, hampir 100.000 ton ikan ditangkap di laut Inggris dengan nilai 171 juta euro, yang menunjang lebih dari 2.500 pekerjaan.

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait